Pertama, perkembangan internal Gereja sejak Konsili Vatikan II. Paus Yohannes XXIII menegaskan bahwa dewasa ini Gereja sudah berkembang dalam cara khusus sebagai Gereja kaum miskin. Pemikiran hukum kodrat yang melandasi Ajaran Sosial Gereja pada abad ke-19 diganti dengan metode analisis sosial dengan tahapan melihat, menilai, dan bertindak.
Konsili Vatikan II dalam Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes menekankan pentingnya relasi Gereja dengan dunia dan juga pengakuan akan prinsip otonomi dunia. Konsili juga memperkenalkan term “tanda-tanda zaman“ yang membuka kemungkinan bagi Gereja dan teologi untuk menghadapi tantangan dunia dan zaman serta menafsirkannya dalam terang Sabda Allah.
Konsili Vatikan II kemudian ditanggapi secara serius oleh Gereja Amerika Latin dan dibahas dalam Pertemuan Konferensi Wali Gereja Amerika Latin di Medellin dan Puebla seperti sudah diuraikan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Faktor eksternal kedua adalah perkembangan baru dalam teologi yang memungkinkan lahirnya teologi pembebasan. Teologi transendental dari Karl Rahner merupakan sebuah terobosan di dalam Gereja Katolik dan dari perspektif sejarah teologi menciptakan syarat bagi lahirnya jenis teologi yang melibatkan secara serius situasi historis konkret subjek yang beriman ke dalam refleksi tentang iman.
Rahner dengan demikian memperkenalkan transformasi antropologis di dalam teologi dan mengakhiri setiap bentuk pemikiran metafisis objektif atas subjek. Bagi Rahner teologi adalah antropologi yang dipikirkan secara radikal atau setiap antropologi yang direfleksikan secara tuntas adalah teologi.
Model teologi transendental Karl Rahner ini kemudian mendapat tanggapan kritis dari teologi politik yang dikembangkan oleh Johann Baptist Metz. Metz mengajukan pertanyaan kritis kepada gurunya, Rahner, bukankah teologi transendental dengan proses privatisasinya yang sempit keliru menempatkan tujuannya yakni subjek konkret yang hanya dapat dipikirkan dan direfleksikan secara tepat di bawah prakondisi dan kerentanan sosial dan historis.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












