Paus Fransiskus dan Teologi Pembebasan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 03:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 849 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Pertama, perkembangan internal Gereja sejak Konsili Vatikan II. Paus Yohannes XXIII menegaskan bahwa dewasa ini Gereja sudah berkembang dalam cara khusus sebagai Gereja kaum miskin. Pemikiran hukum kodrat yang melandasi Ajaran Sosial Gereja pada abad ke-19 diganti dengan metode analisis sosial dengan tahapan melihat, menilai, dan bertindak.

Konsili Vatikan II dalam Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes menekankan pentingnya relasi Gereja dengan dunia dan juga pengakuan akan prinsip otonomi dunia. Konsili juga memperkenalkan term “tanda-tanda zaman“ yang membuka kemungkinan bagi Gereja dan teologi untuk menghadapi tantangan dunia dan zaman serta menafsirkannya dalam terang Sabda Allah.

Konsili Vatikan II kemudian ditanggapi secara serius oleh Gereja Amerika Latin dan dibahas dalam Pertemuan Konferensi Wali Gereja Amerika Latin di Medellin dan Puebla seperti sudah diuraikan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktor eksternal kedua adalah perkembangan baru dalam teologi yang memungkinkan lahirnya teologi pembebasan. Teologi transendental dari Karl Rahner merupakan sebuah terobosan di dalam Gereja Katolik dan dari perspektif sejarah teologi menciptakan syarat bagi lahirnya jenis teologi yang melibatkan secara serius situasi historis konkret subjek yang beriman ke dalam refleksi tentang iman.

Rahner dengan demikian memperkenalkan transformasi antropologis di dalam teologi dan mengakhiri setiap bentuk pemikiran metafisis objektif atas subjek. Bagi Rahner teologi adalah antropologi yang dipikirkan secara radikal atau setiap antropologi yang direfleksikan secara tuntas adalah teologi.

Model teologi transendental Karl Rahner ini kemudian mendapat tanggapan kritis dari teologi politik yang dikembangkan oleh Johann Baptist Metz. Metz mengajukan pertanyaan kritis kepada gurunya, Rahner, bukankah teologi transendental dengan proses privatisasinya yang sempit keliru menempatkan tujuannya yakni subjek konkret yang hanya dapat dipikirkan dan direfleksikan secara tepat di bawah prakondisi dan kerentanan sosial dan historis.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru