Paus Fransiskus dan Teologi Pembebasan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 03:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 801 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Kedua, urgensi tentang perubahan struktural dalam melakukan perubahan sosial. Situasi ketimpangan sosial dan kondisi orang miskin pada tingkat global membutuhkan perubahan sosial yang radikal. Terdapat sejumlah hal dalam jaringan sosial yang membutuhkan perubahan hingga ke akar-akarnya. Hal ini menuntut usaha dan kemauan keras setiap individu untuk melakukan perubahan.

Dalam konteks seperti ini, kenyataannya, Ajaran Sosial Gereja sudah memberikan penekanan pada usaha-usaha individual tersebut. Akan tetapi, perubahan struktural seperti itu menuntut jaringan institusional pada level nasional dan internasional terjadinya perubahan secara efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Berbicara tentang hak atas milik pribadi, misalnya, terdapat kebutuhan riil untuk mendorong sebuah perubahan radikal. Tentu milik pribadi seperti laptop, hp, mobil, balpoin, dll tidak digugat di sini. Kita perlu menata kembali organisasi sistem kepemilikan pribadi dalam konteks kapitalisme seperti perusahan dan sarana-sarana produksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan institusional akan membantu menata sebuah sistem ekonomi yang berbasiskan distribusi kesejahteraan dan bukan akumulasi kekayaan.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Seperti teologi pembebasan, Paus Fransiskus merasa tidak cukup hanya menyampaikan seruan moral bagi setiap orang untuk melakukan perubahan sturuktur sosio-ekonomis. Paus Fransiskus menghendaki perubahan yang lebih radikal lagi daripada yang ditawarkan oleh tradisi Ajaran Sosial Gereja.

Ketiga, pandangan tentang orang miskin. Bagi para teolog pembebasan, orang-orang miskin adalah locus theologicus prioritas di mana kekuatan misioner injili mendapatkan kepenuhannya.

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:48 WITA

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA