Pembebasan sosio-politis sebuah bangsa tertindas dan perwujudan historis karya keselamatan Yesus membentuk kesatuan internal dan merupakan dua titik yang tidak saling meniadakan.
Teologi Pembebasan dan Paus Fransiskus
Seperti sudah dijelaskan pada bagian pendahuluan, sinyal kedekatan Paus Fransiskus dengan sejumlah teolog pembebasan telah menimbulkan kegaduhan di kalangan kardinal konservatif di Vatikan. Hal ini dapat dipahami karena Vatikan memiliki relasi yang kurang baik dengan teologi pembebasan di masa lalu.
Ketegangan antara prefek kongregasi iman dan para teolog pembebasan berakar pada sejumlah aspek teologi pembebasan yang dianggap bertentangan dengan ajaran resmi Gereja Katolik. Salah satu aspek yang paling fundamental ialah rujukan teologi pembebasan pada marxisme. Menurut Vatikan, teologi pembebasan harus menjauhkan diri dari elemen-elemen yang berbau marxis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun sangat disayangkan bahwa dalam deskripsi dan analisis tentang situasi, Vatikan gagal memahami kenyataan tentang kritik teologi pembebasan atas marxisme dan bahwa teologi membebasan menggunakan marxisme hanya sebagai instrumen analisis sosial tanpa pernah berpretensi untuk mengabsolutisasinya.
Apakah sikap Vatikan terhadap teologi pembebasan telah berubah secara radikal di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus, seperti diasumsikan oleh Leonardo Boff?
Kendatipun Paus Fransiskus mengambil alih sejumlah ide dasar teologi pembebasan dan mencantumkannya ke dalam sejumlah dokumen seruan apostoliknya, tidak dapat dikatakan bahwa ia adalah bagian integral dari komunitas teolog pembebasan. Paus Fransiskus tetap menolak penggunaan marxisme di dalam teologi pembebasan.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












