Berpikir dari perspektif orang-orang miskin bukan berarti bahwa teolog-teolog mulai berpikir untuk orang-orang miskin atau pada pihak mereka, melainkan sebaliknya bahwa mereka melakukannya bersama orang-orang miskin.
Artinya, pada tempat pertama mereka mendengarkan jeritan-jeritan dan kerinduan orang-orang miskin, hidup bersama mereka, mendampingi mereka dalam jalan yang sulit dengan nasihat dan tindakan, dan dari kebersamaan ini mulai berteologi bersama orang-orang miskin. Teologi di sini berkembang menjadi sebuah bentuk di mana orang-orang miskin sendiri berpikir tentang haknya.
Para teolog pembebasan karena itu sering berbicara bahwa orang-orang miskin sendirilah yang melakukan karya evangelisasi. Mereka adalah para pewarta kabar gembira Yesus Kristus yang sesungguhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Teologi pembebasan bertolak dari sudut pandang bahwa bukan hanya para uskup dan teolog, tapi juga setiap orang beriman melakukan teologi. Artinya, mereka dapat berpikir tentang praksis pembebasan dengan bertitik tolak dari iman mereka.
Setiap orang beriman dapat menggunakan akal budinya untuk meneliti kehadiran Allah di dalam sejarah dan memahami kehendak-Nya. Dia tidak perlu menunggu sampai yang lain melakukannya untuk dia.
Karena itu bukan para teolog profesional, tapi komunitas basis Kristiani sebagai umat Allah yang terorganisir merupakan instansi di mana Gereja dan teologi lahir secara baru.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












