John Sobrino merumuskan kondisi ini dengan sangat radikal, “Ratusan tahun penghayatan iman kepada Kristus belum mampu memberikan jawaban atas penderitaan benua ini, bahkan sekedar mencurigai adanya perselingkuhan antara kemiskinan yang tidak adil dengan iman Kristiani”.
Leonardo Boff dan Clodovis Boff, dua teolog pembebasan dari Brasilia, melukiskan penderitaan masyarakat Amerika Latin lewat dua kisah berikut.
Pertama, kisah tentang seorang perempuan tua yang datang mengaku dosa karena meskipun datang terlambat ke perayaan ekaristi, ia tetap menerima komuni. Alasannya, ia sudah tiga hari tidak makan dan ingin menghilangkan rasa laparnya dengan makan hosti dalam arti harafiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kisah kedua, tentang seorang uskup yang bersumpah untuk setiap hari membantu orang-orang yang kelaparan, setetah ia berjumpa dengan seorang ibu yang manyusui bayinya dengan payudara berdarah karena tidak mengandung air susu lagi.
Kedua kisah ini menggambarkan getirnya kemiskinan dan penderitaan yang dialami oleh masyarakat Amerika Latin. Kisah yang melampaui kemampuan angka-angka statistik dalam mengungkapkan realitas kemiskinan kepada dunia.
Sebagai gambaran konkrit tentang tingkat kemiskinan rakyat Amerika Latin, kita dapat membandingkannya dengan tingkat kemakmuran penduduk Amerika Serikat. Menurut World Development Report tahun 1987, rata-rata keluarga kelas menengah di Amerika Serikat memiliki pendapatan lebih dari 30,000 dollar per tahun.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












